anwarsigit blog information

Tips dan Trik Mendisiplinkan Anak Tanpa Harus Pake Kekerasan

Tips dan Trik Mendisiplinkan Anak Tanpa Harus Pake Kekerasan

Tips dan Trik Mendisiplinkan Anak Tanpa Harus Pake Kekerasananwarsigit.com – Mempersiapkan agar anak disiplin ternyata menjadi ujian bagi orang tua. Tidak jarang para orang tua merasa diperparah dimana mereka bertindak memarahi, membentak, bahkan memukuli anaknya.

Namun jika dibiarkan, apakah solusi ini mampu membuat anak lebih disiplin? Atau sekali lagi kebalikan yang luar biasa?

masuk akal dr. Putu Ayuwidia Ekaputri, mendisiplinkan anak harus bisa dilakukan sejak dikandung. Anak saat ini sudah memiliki otak besar yang siap bekerja, meskipun kapasitas dan kerjanya belum begitu optimal dan membingungkan.

Pakar yang mempelajari ilmu saraf mental ini juga mengatakan bahwa orang tua dapat mendisiplinkan anak-anaknya yang ditunjukkan dengan tahapan-tahapan yang cukup umur.

Bukan hanya itu, harapan orang tua terhadap anak juga harus sangat dikontrol ketika perlu mendidik kedisiplinan.

masuk akal dr. Widia, ketika dikandung anak lagi, bagian otak besar yang berfungsi paling banyak adalah pikiran bawah atau pikiran kasar. Bagian pikiran ini bertugas mengelola emosi anak dan berkembang dengan cepat sebelum anak berusia 3 tahun.

Setelah tiba pada usia 3 tahun, bagian otak otak yang rasional akan perlahan-lahan mulai membingkai dan bekerja, sehingga mencapai tingkat perkembangan pada usia 25-30 tahun.

Dengan memahami kesehatan mental anak ini, dipercaya para orang tua akan lebih mudah melacak teknik yang paling berhasil saat mengajarkan disiplin kepada anak, sejak awal kehidupannya.

Trik Mendisiplinkan Balita

Berbicara di acara “Mendisiplinkan Anak Ada Triknya!” bersama Sahabat Pengasuhan, dr. Widia mengatakan kekejaman bukanlah cara yang tepat untuk mendidik anak kedisiplinan.

READ ALSO :   Tips Top Up FF Pakai Pulsa Telkomsel Terbaru 2022, Ada Diskon 90%!

Kemudian lagi, agar anak-anak mengerti ketika diinstruksikan untuk disiplin, orang tua perlu mengadopsi strategi yang antusias.

Pada masa balita dan anak-anak, nafsu masih dominan, sehingga cara terbaik bagi orang tua adalah dengan bergerak menggambar di dalam hati. Pada periode di bawah 3 tahun, fokuslah pada anak-anak.

Misalnya, ketika seorang anak menangis, tangkap dia dan tenangkan dia. Kapan pun anak Anda bersemangat dan sedang marah, tenangkan dia dan peluk dia.

“Berusahalah untuk mempererat ikatan dengan anak, buatlah anak merasakan cinta kepada orang tuanya. Pada saat anak merasa disayang, mereka akan mengerti dan menerima bahwa setiap standar dan kata yang diucapkan orang tuanya adalah yang terbaik untuknya. Oke dengan aturan yang diterapkan, lakukan secara konsisten,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Selanjutnya dr. Widia juga mengatakan, dalam membantu anak disiplin, orang tua tidak boleh terlalu keras.

Seringkali orang tua dianggap terlalu ketat dalam menunjukkan kepada anak, namun sebenarnya anak kurang memahami maksud dari orang tua. Hal ini pada akhirnya hanya akan menimbulkan perasaan takut dan luka pada anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.