Pengertian Morfem Dalam Bahasa Indonesia

Pengertian Morfem Dalam Bahasa Indonesia

Posted on

Pengertian Morfem Dalam Bahasa Indonesia anwarsigit.com – Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. Morfem tidak dapat diisolasi lagi ke dalam bentuk bahasa yang lebih kecil. Dalam bahasa Inggris, kemampuan morfem untuk membedakan bentuk jamak (plural), katakanlah (past tense, dll. Struktur kalimat tradisional tidak mempersepsikan ide atau istilah morfem, morfem karena satuannya tidak dalam sintaksis, dan tidak semua morfem memiliki filosofis). pentingnya.

Penulisan Morfem

Dalam penulisan morfologi, sebuah morfem biasanya dilambangkan dengan mengapitnya di antara kurung kurawal. Berikut ini adalah contohnya.

Morf dan Alomorf

Morfem transformasi adalah jenis status kabur terkecil yang berhubungan dengan morfem keanggotaan. Sedangkan alomorf diketahui membentuk morfem Status. Misalnya dalam struktur {} yang dia gali. Struktur {} bila ia adalah morfem yang statusnya tidak jelas disebut transformasi, tetapi setelah terungkap bahwa statusnya sebagai penyalur fonem konsonan/g/kemudian diubah disebut alomorf.

Klasifikasi Morfem

Berikut ini adalah klasifikasi dari morfem, sebagai berikut:

Berdasarkan kebebasannya

Jenis morfem ini dibedakan menjadi dua:

  • Morfem bebas adalah morfem yang tanpa keterkaitannya dengan morfem lain dapat langsung digunakan dalam petuturan. Misalnya morfem (pulang),(merah), dan (pergi), yang berdiri sendiri tanpa digabung
  • Morfem terikat adalah morfem yang harus terlebih dahulu bergabung dengan morfem lain untuk dapat digunakan dalam petuturan. Misalnya (henti),(juang), dan (geletak) yang membutuhkan yang lain supaya memiliki makna.

Berdasarkan keutuhan bantuk

Morfem ini dibedakan menjadi:

  • Morfem utuh adalah morfem yang bagian-bagian pembentuknya bersambungan. Misalnya: ter-, per-, pohon, lihat, pun.
  • Morfem terbagi adalah morfem yang bagian-bagian pembentuknya tidak bersambungan. Misalnya: ke- an dalam sebuah kemanusiaan, bukan merupakan penjumlahan dua morfem ke- dan an, tapi satu morfem saja.
READ ALSO :   Berikut ini Doa Pendek Tarawih yang Mudah Dihafal Beserta Tata Cara Salat Tarawih

Berdasarkan kemungkinan menjadi dasar dalam pembentukan kata

Morfem ini dibedakan menjadi:

  • Morfem dasar adalah morfem yang dapat menjadi dasar dalam satu proses morfologi. Misalnya: morfem (beli) dan (makan).
  • Morfem afiks adalah morfem yang tidak dapat menjadi dasar dalam pembentukan kata, tetapi hanya menjadi unsur pembentuk dalam proses afiksasi.

Dalam bahasa Indonesia dibedakan adanya morfem afiks yang disebut :

  • Prefiks yaitu afiks yang dibubuhkan di kiri bentuk dasar yaitu prefiks ber-,prefiks me-, prefiks per-, prefiks di-, prefiks ter-, prefiks se-, dan prefiks ke-.
  •     Infiks yaitu afiks yang dibubuhkan di tengah kata, biasanya pada suku awal kata, yaitu infiks –el-, infiks –em-, dan infiks –er-.
  •     Sufiks yaitu afiks yang dibubuhkan di kanan bentuk dasar, yaitu sufiks –kan, sufiks –I, sufiks –an,dan sufiks –nya.
  •     Konfiks yaitu afiks yang dibubuhkan di kiri dan kanan bentuk dasar secara bersamaan karena konfiks ini merupakan satu kesatuan afiks, yaitu konfiks pe-an, dan konfiks se-nya.
  • Bentuk kata yang berkonfiks yaitu kata yang dibubuhi afiks pada kiri dan kanannya tapi pembubuhannya tidak sekaligus, melainkan bertahap. Kata-kata berkonfiks yaitu me-an, me-i, ter-per, teper-, memper-, diperkan, teper-i.

Berdasarkan jenis fonem yang membentuknya

Jenis ini dibedakan menjadi:

  • Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental, yakni morfem yang berupa bunyi dan dapat di segmentasikan. Misal :morfem (lihat), (ter), dan (lah).
  • Morfem suprasegmental adalah morfem yang terbentuk dari nada, tekanan dan intonasi. Dalam bahasa Indonesia tidak ditemukan morfem ini, tetapi hanya dapat ditemukan dalam bahasa Cina.

Berdasarkan kehadirannya secara konkrit. Morfem ini dibedakan menjadi :

Morfem wujud adalah morfem yang secara nyata ada, sedangkan morfem tan wujud kehadirannya tidak nyata. Morfem tan wujud hanya ada dalam bahasa Inggris.

READ ALSO :   Cara Masak Daging Bebek Agar Empuk dan Tidak Bau Amis

Berdasarkan ciri semantik. Dibedakan menjadi :

Pentingnya leksikal, karena dalam style=”font-family: “Arial”,”sans-serif”; dimensi teks: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;”> dalam dirinya sendiri sampai sekarang memiliki arti seperti: (makan), (pulang), dan (pergi). Lagi pula, morfem-morfem tempel seperti: (ber), (ke) dan (ter) adalah morfem-morfem tak bermakna leksikal yang dapat langsung menjadi unsur dalam tuturan.

Identifikasi Morfem

   Hal-hal yang dapat digunakan untuk menentukan morfem dan bukan morfem yaitu:

  • Dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem. Umpamanya kata bulan pada kalimat berikut adalah morfem yang sama.
  • Sudah tiga  bulan dia belum bayar SPP
  • Bulan Desember lamanya 31 hari
  • Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua morfem yang berbeda. Misalnya katabunga pada  kalimat berikut yang merupakan dua buah morfem yang berbeda.
  • Bank Indonesia memberi bunga 5 persen pertahun
  • Dia datang membawa seikat bunga
  • Dua buah bentuk yang berbeda, tetapi memiliki makna yang sama. Merupakan dua morfem yang berbeda. Umpamanya kata ayah dan katabapak pada kalimat berikut adalah dua morfem yang berbeda.
  • Ayah pergi ke Medan
  • Bapak baru pulang dari Medan
  • Bentuk-bentuk yang mirip (berbeda sedikit) tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama. Asal perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fenologis. Umpamanya, bentuk-bentuk me-, mem-, men-, meny-, meng-,dan menge-. Pada kata-kata berikut adalah sebuah morfem yang sama.
  • Melihat
  • Membina
  • Mendengar
  • Bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfem, umpamanya bentukrenta pada kontruksi tua renta dan bentuk kuyup pada kontruksi basah kuyup juga morfem.
  • Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar apabila memiliki makna yang sama adalah juga merupakan morfem yang sama. Misalnya bentuk baca pada kata-kata berikut adalah sebuah morfem yang sama.
  • Membaca
  • Pembaca
  • Pembacaan
  • Bacaan
  • Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan bahasa yang lebih besar apabila maknanya berbeda secara polisemi juga merupakan morfem yang sama. Umpamanya kata kepala pada kalimat-kalimat berikut memiliki makna yang berbeda secara polisemi. Tetapi tetap merupakan morfem yang sama.
  • Ibunya menjadi kepala sekolah di sana
  • Nomor teleponnya tertera pada kepala surat itu
  • Kepala jarum itu terbuat dari plastik
  • Setiap kepala mendapatkan sepuluh ribu rupiah

READ ALSO :   Tips Menyambungkan Wi-Fi Ke Komputer Dengan Mudah

Leave a Reply

Your email address will not be published.