Pengertian Fabel Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Pengertian Fabel Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Posted on

Pengertian Fabel Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesiaanwarsigit.com – Fabel adalah sejenis fiksi, bukan cerita tentang kenyataan. Cerita dongeng sering juga disebut cerita moral karena pesan dalam fabel sangat erat hubungannya dengan moral.

Apakah Anda menerima bahwa belajar tidak hanya pada manusia? Kita bisa mendapatkan berdasarkan apa yang ada di bumi, misalnya, keuntungan dari alam, tumbuhan, atau hewan. Seluruh kehidupan spesies tumbuhan dalam suatu habitat disebut vegetasi, sedangkan seluruh kehidupan spesies makhluk disebut fauna. Dalam pelajaran ini, Anda akan diajak untuk memahami dan melihat teks cerita dongeng. Tokoh dalam fabel biasanya adalah binatang. Teks cerita dongeng menceritakan kehidupan hewan, tetapi juga menceritakan kehidupan manusia dengan setiap karakter mereka.

Hewan-hewan dalam fabel memiliki karakter seperti manusia. Beberapa karakter mereka hebat dan beberapa tidak. Mereka jujur, sopan, cerdas dan senang bersikap ramah, serta melakukan hal-hal yang terpuji. Ada orang yang pandai, penipu, mementingkan diri sendiri, suka menipu, dan ingin menang sendiri. Fabel ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa.

Setelah membaca dan memahami teks dongeng, kita dapat mengetahui tentang karakter makhluk tersebut. Dongeng menjadi salah satu sarana yang mungkin untuk menanamkan kebajikan. Anda dapat mempelajari dan meniru karakter-karakter hebat dari makhluk tersebut sehingga kita memiliki pribadi yang terpuji.

Pengertian Fabel Adalah

Dongeng adalah fantasi yang menampilkan hewan sebagai karakter dasar. Orang tersebut dapat berpikir, merasakan, berbicara, bertindak, dan bergaul seperti manusia. Fabel adalah instruksional untuk diajarkan. Fabel digunakan sebagai metafora untuk keberadaan manusia dan untuk mengajar individu.

Ciri-Ciri Fabel

Adapun ciri-ciri fabel sebagai berikut:

  1. Tokoh utama binatang.
  2. Alur ceritanya sederhana.
  3. Cerita singkat dan bergerak cepat.
  4. Karakter tokoh tidak diuraikan secara terperinci.
  5. Gaya penceritaan secara lisan.
  6. Pesan atau tema kadang-kadang dituliskan dalam cerita.
  7. Pendahuluan sangat singkat dan langsung.

Struktur Teks Cerita Fabel

  1. Judul adalah kepala karangan yang berfungsi mengarahkan pikiran pembaca tentang gambaran umum isi fabel.
  2. Orientasi adalah kalimat yang terdapat pada awal cerita yang fungsinya untuk pengenalan waktu, tempat & karakter/tokoh.
  3. Komplikasi adalah bagian/dimana/munculah masalah/atau/konflik cerita.
  4. Klimaks adalah konflik mencapai puncaknya.
  5. Resolusi adalah bagian penyelesaian masalah atau pemecahan konflik pada cerita.
  6. Koda adalah pesan moral dari pengarang (tidak semua pengarang menyantumkan koda pada ceritanya) atau penyelesaian masalah.
READ ALSO :   Tips Membuka Google Form yang Sudah Ditutup (Update 2022)

Jenis Jenis Fabel

Dilihat dari waktu kemunculannya fabel dapat dikategorikan kedalam fabel klasik dan fabel modern yaitu:

Fabel Klasik

Fabel klasik merupakan cerita yang telah ada sejak zaman dahulu, tetapi tidak ketahui persis waktu munculnya, yang diwariskan secara turun-temurun lewat sarana lisan.

Ciri-ciri fabel klasik sebagai berikut:

  1. Cerita sangat pendek.
  2. Tema sederhana.
  3. Kental dengan petuah/moral.
  4. Sifat hewani masih melekat.

Fabel Modern

Fabel modern merupakan cerita yang muncul cerita yang muncul dalam waktu relatif belum lama dan sengaja ditulis oleh pengarang sebagai ekspresi kesastraan.

Ciri-ciri fabel modern sebagai berikut:

  1. Cerita bisa pendek atau panjang.
  2. Tema lebih rumit.
  3. Kadang-kadang berupa epik atau saga.
  4. Karakter setiap tokoh unik.

Cara Menyusun Atau Membuat Teks Cerita Fabel

  1. Amatilah perilaku binatang yang ada disekitarmu, kemudian tentukan hal yang menarik yang kamu amati sehingga menjadi tema tulisanmu. Tema yang disarankan berkaitan dengan kebaikan yang dapat diambil dari perilaku binatang.
  2. Buatlah kerangka teks cerita fabel yang terdiri atas struktur teksnya, yaitu orientasi,komplikasi, resolusi, dan koda. Kamu harus ingat bagian yang termasuk orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.
  3. Buatlah ide pokok atau gagasan yang ingin kamu tulis di dalam keempat bagian teks tersebut.
  4. Hubungkan antara ide pokok pada setiap bagian itu dengan menggunakan kata sambung yang sudah kamu pelajari. Jika perlu kamu mampu membuat dan menambahkan kalimat lain sehingga teksmu menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
  5. Ketika menyusun teks berdasarkan hasil pengamatanmu itu, kamu harus menerapkan unsur kebahasaan, seperti ejaan, pilihan kata, tanda baca, dan kalimat.
  6. Setelah kamu berhasil menyusun teks cerita fabel, baca dan cermati lagi teks hasil karyamu itu. Lengkapi kekurangan dan kesalahan yang terjadi. Kemudian, diskusikan karyamu itu dengan gurumu. Mintalah dia membaca dan memeriksanya. Jika sudah dianggap sempurna, publikasikanlah teks yang telah kamu susun tersebut di majalah dinding sekolah atau kamu dapat mengirimnya ke media massa di daerah mu. Sebelum dipubliksikan, perbaiki hasil teks yang disusun sesuai dengan masukan teman dan gurumu.

 

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fabel

Kaidah kebahasaan atau biasa disebut unsur kebahasaan adalah ciri-ciri bahasa yang digunakan dalam sebuah teks seperti dongeng. Adapun unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan teks cerita dongeng tersebut akan saya uraikan sebagai berikut.

  1. Kata Kerja

Salah satu kaidah atau unsur kebahasaan dalam sebuah teks dongeng adalah adanya kata tindakan. Kata kerja dalam cerita dongeng dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu verba dinamis transitif dan verba dinamis intransitif.

READ ALSO :   Tips Investasi Uang Yang Sukses Untuk Remaja 2022

Kata Kerja Aktif Transitif, adalah kata kerja dinamis yang membutuhkan artikel dalam kalimatnya, misalnya menahan, mengangkat.

Verba Aktif Intransitif, adalah verba dinamis yang tidak memerlukan artikel dalam kalimatnya, misalnya silent.

  1. Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang

Pada teks cerita fabel sering sekali adanya penggunaan kata sandang si dan sang. Berikut merupakan penggunaan kata sandang si dan sang yang ada pada teks cerita fabel.

Contoh:

1) Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.

2) Sang semut mengejek kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana.

3) Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka.

4) Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.

5) “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.

Kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang diikutinya. Kata si dan sang ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital. Perhatikan contoh penggunaan dalam kalimat-kalimat tersebut. Bedakan dengan contoh berikut ini.

1) “Bagaimana caranya agar si kecil rajin belajar?” tanya ibu.

2) Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, adalah pembantu di pasar.

Kata kecil pada kalimat 1) ditulis dengan huruf kecil karena bukan merupakan nama. Pada kalimat 2) Kecil ditulis dengan huruf /K/ kapital karena dimaksudkan sebagai panggilan atau nama julukan.

  1. Penggunaan Kata Keterangan Tempat dan Waktu

Dalam teks cerita dongeng, kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu biasanya digunakan untuk menghidupkan suasana. Untuk adverbs of spot, preposition in biasanya digunakan dan adverbs of time biasanya digunakan untuk preposition on atau kata-kata yang menunjukkan data waktu.

Contoh:

  • Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman.
  • Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur.
  • Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
  • Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu.
  1. Penggunaan Kata Hubung Lalu, Kemudian, dan Akhirnya

Kata-kata kemudian dan sesudahnya memiliki kepentingan yang sama. Kata tersebut digunakan sebagai penghubung antar kalimat dan intra kalimat. Kata terakhir biasanya digunakan untuk menyelesaikan dan mengakhiri data dalam suatu bagian atau teks.

Contoh:

  • Setelah mendengar berita kebakaran itu, Amir pergi ke luar, kemudian berlari, lalu berteriak sambil menangis.
  • Lalu, sang semut memegang erat ranting itu.
  • Kemudian, sang semut berterima-kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya.
  • Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.
READ ALSO :   Berikut ini Tips Melihat Sertifikat Vaksin ke-3, Dengan Atau Tanpa Aplikasi

Contoh Cerita Fabel

Kupu-Kupu Berhati Mulia

Orientasi

Dikatakan bahwa suatu hari yang cerah ada seekor serangga yang berjalan-jalan di taman. Dia sangat bahagia, karena dia bisa berjalan-jalan untuk melihat taman yang indah. Serangga bawah tanah berjalan-jalan di sekitar taman menyambut hewan-hewan di taman.

Komplikasi

Dia melihat penutup di pohon, serangga itu mengejek bentuk mengerikan dari selubung yang akan tetap menempel. “Hei, kepompong betapa malangnya kamu. Kamu bisa memegang erat cabang itu. Kita harus berjalan-jalan, melihat dunia yang luas ini. Apa yang akan menimpamu jika cabang itu patah?”

Serangga itu selalu menghargai memiliki pilihan untuk pergi ke tempat yang dia cintai. Bahkan serangga yang kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Serangga itu merasa bahwa dia adalah makhluk yang paling hebat. Kasus itu hanya diam mendengar cibiran. Suatu pagi serangga itu berjalan sekali lagi ke taman, karena turun ke mana-mana ada genangan lumpur.

Lumpur yang licin membuat semut terpeleset ke dalam lumpur. Dia jatuh ke dalam lumpur. Serangga itu hampir mati lemas di genangan air. Serangga itu berteriak sekencang mungkin minta tolong “Tolong, tolong aku! Aku harus mati lemas, tolong,,,, tolong…!!

Resolusi

Untung di sekitar saat itu ada kupu-kupu yang lewat, lalu kupu-kupu itu menancapkan dahan ke arah serangga bawah tanah. “Serangga bawah tanah, bertahan dekat dengan peringkat itu!! nanti aku akan mengangkat cabangnya. Lalu serangga itu memegang erat-erat ke cabang itu.

Kupu-kupu mengangkat dahan dan membawanya ke tempat yang aman. Kemudian serangga itu mengucapkan terima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan hidupnya. Ia memuji kupu-kupu sebagai makhluk yang luar biasa dan terpuji. Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada serangga bawah tanah. “Aku adalah penutup yang telah diejek” kata kupu-kupu, ternyata kasus yang dia cemooh telah menyelamatkannya.

Koda

Akhirnya serangga bawah tanah itu berjanji pada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk Tuhan di taman itu.

Demikian pembahasan tentang Pengertian “Fabel” dan (Fitur – Struktur – Jenis – Contoh) idealnya dengan audit ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.