Pengertian Huruf Miring

Pengertian Huruf Miring

Posted on

Pengertian Huruf Miringanwarsigit.com – Memahami huruf miring Huruf yang dicetak miring dalam susunan kata tipografi disebut miring. Huruf miring biasanya digunakan untuk menekankan sebuah kata.

Selain itu, huruf-huruf ini juga digunakan untuk menunjukkan istilah atau kata yang berasal dari dialek yang tidak dikenal. Dalam hal ini, huruf miring sebagian besar digunakan dalam mengutip judul buku, nama surat kabar atau media pers.

Selain itu, huruf miring juga biasa digunakan untuk menekankan kata atau bagian tertentu dalam kalimat atau untuk menulis kata-kata yang bukan bahasa Indonesia, seperti istilah bahasa Inggris dan bahasa provinsi.

Tata Cara Penggunaan Huruf Miring

Tata cara penggunaan huruf miring antara lain:

  • Penulisan Huruf Miring Pada Buku, Majalah Dan Surat Kabar
    Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Misalnya: Bahasa dan Sastra, buku Negarakertagama karangan Prapanca, surat kabar Suara rakyat.
  • Huruf Miring Untuk Mengkhususkan Huruf
    Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a, Dia buka menipu tetapi di tipu, Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital, Buatlah kalimat dengan berlepas tangan.
  • Huruf Miring Untuk Penulisan Nama Ilmiah
    Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis buah manggis ialah Carcinia mangostama, Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini, Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi ‘pandangan dunia’ tetapi negara itu telah mengalami empat kali kudeta.
READ ALSO :   Pengertian Manajamen – Fungsi, Unsur , Tingkatan, SDM, Dan Para Ahli

Definisi Huruf Miring

1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menulis nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Misalnya:
majalah Bahasa dan Kesusastraan
buku Negarakertagama karangan Prapanca
surat kabar Suara Karya

2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
Misalnya:
Huruf pertama kata abad ialah a.
Dia bukan menipu, tetapi ditipu.
Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital.
Buatlah kalimat dengan berlepas tangan.

3. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.
Misalnya:
Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.
Politik divide et impera pernah merajalela di negeri ini.
Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi ‘pandangan dunia’.
Tetapi:
Negara itu telah mengalami empat kudeta.

Pemakaian Huruf Miring

1.Huruf miring (italik) dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan. Jadi, kalau judul buku, surat kabar, atau majalah dituliskan seperti dibawah ini, penulisan tersebut termasuk penulisan yang salah.

Contoh:
a-1. Berita itu sudah saya baca dalam harian “KOMPAS”.
b-1. Ibu rumah tangga menyenangi majalah “FEMINA”.
c-1. Buku “Negeri Salju” dikarang oleh Yasunari Kawabata.

Penulisan yang benar ialah,
a-2. Berita itu sudah saya baca dalam harian Kompas.
b-2. Ibu rumah tangga menyenangi majalah Femina.
c-2. Buku Negeri Salju dikarang oleh Yasunari Kawabata.

2.Huruf miring dipakai juga untuk menulis kata bahasa asing atau bahasa daerah, jadi bukan dengan tanda petik seperti contoh di bawah ini:

Contoh:
a-1. Apakah tidak sebaiknya kita menggunakan kata “penataran” untuk kata “upgrading”?
b-1. Kebanyakan orang Indonesia lebih suka “yakitori” daripada “sashimi”.
c-1. Waktu di Bandung, Miki disapa “Neng Geulis” dalam bahasa Sunda.

READ ALSO :   Berikut Karya Ilmiah - Pengertian, Tujuan, Manfaat, Bentuk, Struktur, Komponen, Sikap, Macam, Ciri, Pakar

Penulisan yang benar ialah,
a-2. Apakah tidak sebaiknya kita menggunakan kata penataran untuk kata upgrading?
b-2. Kebanyakan orang Indonesia lebih suka yakitori daripada sashimi.
c-2. Waktu di Bandung, Miki disapa Neng Geulis dalam bahasa Sunda.

Mungkin Anda bertanya, mengapa kata yakitori pada contoh 2. b-2 tidak ditulis dengan huruf miring, sedangkan kata sashimi ditulis dengan huruf miring, padahal kata asal dua-duanya adalah bahasa Jepang.

Untuk kata-kata asing, misalnya bahasa Jepang, yang sudah diindonesiakan dan dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia? Edisi Ketiga 2002, (Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional) tidak ditulis dengan huruf miring.

Contoh Pemakaian Huruf Miring

Contoh:
bushido judo
judoka kabuki
karaoke karate
karategi karateka
kendo kimono
kumico obi
sake sakura
samurai sumo
yakitori

Selain itu, di dalam KBBI juga terdapat kata-kata warisan angkatan bersenjata Jepang pada Perang Dunia II, seperti:
hai keibodan
Kempetai Romusa
sondanco (?) (mungkin apa yang tersirat dari shodancho)

Untuk sementara, kata-kata yang sering terdengar dalam percakapan biasa, (terutama di kalangan penggemar masakan Jepang di Indonesia) tetapi belum baku, masih ditulis dengan huruf miring.

Contoh:
geisha shabu-shabu
sashimi sukiyaki
sushi takoyaki
yakiniku

Demikian artikel tentang Miring: Pengertian, Tata Cara Penggunaan, Pengertian, Penggunaan dan Contohnya, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.