anwarsigit blog information

Sifat Atau Karakteristik Konsumen

Sifat Atau Karakteristik Konsumen

Sifat Atau Karakteristik Konsumenanwarsigit.com – Pengertian konsumen adalah setiap orang yang menggunakan barang maupun jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik untuk kepentingan dirinya sendiri, keluarganya, orang lain maupun makhluk hidup lainnya dan bukan untuk ditukar. Jika tujuan pembelian barang adalah untuk dijual kembali, maka disebut pengecer atau distributor.

Perilaku Konsumen

Jika dilihat dari perilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang, maka dibedakan menjadi dua jenis, yaitu perilaku konsumen yang waras dan perilaku konsumen yang tidak masuk akal, untuk lebih jelasnya masing-masing yang menyertainya.

1. Perilaku Konsumen Rasional

Suatu konsumsi dapat dikatakan rasional apabila memerhatikan hal-hal berikut:

  • Barang tersebut dapat memberikan kegunaan optimal bagi konsumen.
  • Barang tersebut benar-benar diperlakukan konsumen.
  • Mutu barang terjamin.
  • Harga sesuai dengan kemampuan konsumen.

2. Perilaku Konsumen Irasional

Suatu cara berperilaku dalam mengkonsumsi dapat dikatakan tidak masuk akal jika konsumen membeli suatu barang tanpa mempertimbangkan kegunaannya terlebih dahulu, misalnya secara spesifik:

  • Tertarik dengan promosi atau iklan baik dimedia cetak maupun elektronik.
  • Memiliki merek yang sudah dikenal banyak konsumen.
  • Ada bursa obral atau bonus-bonus dan bajir diskon.
  • Prestise atau gengsi.

Karateristik Konsumen

Karakteristik konsumen adalah karakteristik individu yang berperan dalam membentuk sikap dan merupakan petunjuk penting tentang nilai-nilai yang dianut oleh seorang konsumen. Sikap dalam memutuskan pilihan barang dipengaruhi oleh karakteristik konsumen. Ciri-ciri yang mempengaruhi sikap konsumen adalah:

1. Memiliki pola pikir jangka pendek.

Mindset merupakan hal yang mendasar bagi seseorang dalam mengambil keputusan. Keputusan yang diambil akan berdampak dalam jangka panjang dan jangka pendek. Pola pikir jangka pendek hanya membayar perhatian tentang manfaat dalam jangka pendek. Oleh karena itu, produk instan laris manis di pasar Indonesia.

READ ALSO :   Berikut ini Pengertian Pronomina

2. Tidak mempunyai perencanaan.

Konsumen Indonesia tidak memiliki pengaturan dalam hidup mereka mengingat membuat pengaturan untuk berbelanja. Penataan dalam melakukan pembelian barang dapat diketahui dalam penyusunan daftar belanja. Kolam belanja ini meminimalkan pembelian spontan. Oleh karena itu, konsumen normal Indonesia seringkali melakukan pembelian merchandise secara spontan.

3. Cenderung berkelompok dan suka berkumpul.

Konsumen Indonesia cenderung suka berkelompok dan berkumpul. Saat berkumpul dan berkelompok akan terjadi percakapan. Dalam percakapan akan menimbulkan dampak dari mulut ke mulut. Dampak informal akan menyebabkan mungkin ada konsumen baru dari konsumen yang puas. Dari pelanggan yang puas, pesanan pengulangan akan muncul.

4. Tidak adaptif dengan teknologi baru.

Survei yang diarahkan oleh Frontier pada 2010 mengakui bahwa konsumen Indonesia tidak fleksibel terhadap inovasi. Fasilitas M-Banking dan Internet belum dimanfaatkan secara ideal. Fasilitas M-Banking dan Internet yang ada di ponsel digunakan oleh konsumen Indonesia namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

5. Fokus pada konten bukan konteks.

Konten adalah data yang tersedia melalui media atau produk elektronik. Setting adalah deskripsi atau kalimat yang dapat mendukung atau meningkatkan kejelasan kepentingan. Data yang dimuat dalam media atau produk elektronik lainnya tentu tidak memberikan data yang jelas.

6. Menyukai barang-barang buatan luar negeri.

Harga sering kontras dan kualitas. Semakin tinggi nilainya, semakin baik kualitasnya. Harga barang-barang buatan asing sebagian besar lebih tinggi daripada barang-barang buatan dalam negeri. Prestise juga menjadi salah satu alasan mengapa konsumen Indonesia condong ke barang-barang buatan yang asing.

7. Semakin menyimak masalah religious.

Indonesia ialah negara beragama. Konsumen Indonesia menjadi lebih sensitif guna hal-hal yang berbau keaagamaan. Produk dan jasa yang berbau agama semakin lebih tidak sedikit digemari.

8. Suka pamer dan gengsi.

Kecenderungan manusia adalah perlu dipuji. Konsumen Indonesia yang berasal dari pusat arisan akan dipuji jika bisa membeli barang yang tidak bisa dibeli orang lain. Konsumen Indonesia dari kalangan atas membeli barang-barang bertanda untuk dipuji dan sebagai gengsi karena gengsi.

READ ALSO :   Tips Dan Cara Berbisnis Yang Baik Dan Benar

9. Tidak tidak sedikit dipengaruhi oleh kebiasaan lokal.

Keberagaman kebiasaan dan adat istiadat pada saat ini bukan merupakan pertikaian dalam memilih dan menggunakan suatu barang. Globalisasi membuat konsumen Indonesia memiliki karakteristik yang sangat sedikit dipengaruhi oleh kebiasaan lingkungan.

10. Kurang mempedulikan lingkungan.

Perubahan lingkungan merupakan isu yang terkenal di abad ke-21. Masalah yang berkaitan dengan lingkungan telah menjadi sangat terkait dengan pemanasan item. Perusahaan berlomba-lomba untuk berpartisipasi dalam lingkungan. Produk-produk yang akan dikirimkan telah dirancang untuk ramah lingkungan. Lain halnya dengan konsumen asing, konsumen Indonesia masih kurang peduli dengan lingkungan.

Jenis-Jenis Konsumen

Berikut ini adalah jenis-jenis dari konsumen, sebagai berikut:

1. Konsumen Perorangan (Personal Consumer)

Pengertian konsumen individu (personal consumer) adalah konsumen yang membeli/menggunakan suatu barang (barang/jasa) untuk kebutuhannya sendiri.

Konsumen pribadi sering disinggung sebagai pengguna akhir. Contoh konsumen akhir; individu, keluarga.

2. Konsumen Organisasi (Organizational Consumer)

Pengertian konsumen organisasi (organizational consumer) ialah konsumen yang membeli/ menggunakan suatu produk (barang/ jasa) untuk kebutuhan operasional organisasi tersebut.

Hak Konsumen

Berikut ini adalah hak dari konsumen, sebagai berikut:

  • Konsumen mempunyai hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam pemakaian barang maupun jasa.
  • Konsumen berhak guna memilih barang/ jasa serta menemukan barang/ jasa tersebut cocok dengan nilai tukar dan situasi serta garansi yang dijanjikan.
  • Konsumen berhak guna mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur tentang situasi dan garansi barang/ jasa yang dibeli.
  • Konsumen berhak guna didengar pendapat dan keluhannya berhubungan barang/ jasa yang dipakai.
  • Konsumen mempunyai hak guna mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya solusi sengketa perlindungan konsumen secara patut.
  • Konsumen mempunyai hak guna mendapatkan pembinaan dan edukasi konsumen.
  • Konsumen berhak guna mendapatkan perlakukan dan pelayanan yang benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
  • Konsumen berhak menemukan kompensasi, ganti rugi, dan/ atau penggantian, andai barang/ jasa yang diterima tidak cocok dengan semestinya.
  • Hak-hak yang ditata dalam peraturan perundang-undangan lainnya.
READ ALSO :   Berikut ini 5 HP Samsung Murah Dibawah 1 Juta

Kewajiban Konsumen

Berikut ini adalah kewajiban dari konsumen, sebagai berikut:

  1. Konsumen wajib menyimak dan mengekor petunjuk informasi maupun prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang/ jasa, demi ketenteraman dan keselamatan.
  2. Konsumen mesti mempunyai itikad baik dalam mengerjakan transaksi pembelian barang/ jasa.
  3. Konsumen wajib menunaikan pembelian barang/ jasa cocok dengan nilai tukar yang disepakati.
  4. Konsumen wajib mengekor upaya solusi hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.