Berikut ini Pengertian Unsur Intrinsik Terlengkap

Berikut ini Pengertian Unsur Intrinsik Terlengkap

Posted on

Berikut ini Pengertian Unsur Intrinsik Terlengkapanwarsigit.com – Unsur intrinsik akan menjadi unsur yang membentuk suatu pertunjukan. Dapat dikatakan, komponen ini merupakan bagian yang terdapat dalam sebuah pertunjukan. Bagian-bagian yang membentuk sebuah dramatisasi.

Dari segi unsur intrinsik dan kejelasan relatif banyak unsur intrinsik, unsur intrinsik ini digunakan untuk mengkaji novel sehingga lebih mudah untuk menyelidiki novel. Pengertian Unsur Intrinsik adalah komponen yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur sebuah karya sastra seperti unsur-unsur yang terkandung di dalam unsur intrinsik tersebut.

Intrinsik itu terdiri dari Unsur-Unsur seperti ialah

  • Alur
  • Tema
  • Penokohan
  • Sudut Pandang
  • Latar
  • Amanat

Komponen Unsur Intrinsik

Adapun komponen- komponen yang membangun suatu drama yang dikatakan sebagai unsur instrinsik ialah:

a. Judul

Judul adalah nama sebuah lakon, atau apalah. Dalam sebuah karya, judul memiliki tugas penting yang dapat menunjukkan substansi cerita secara singkat. Selain itu, dengan melihat judulnya, kita akan mengetahui beberapa hal atau jalan cerita dari sebuah dramatisasi. Judul dapat menunjukkan siapa orang utama dalam dramatisasi, jalan cerita, dll.

b. Tema

Tema adalah keseluruhan cerita, tema adalah ide pokok yang menjadi dasar atau pokok dari pertunjukan. Dapat dikatakan bahwa tema adalah “akar” dari sebuah dramatisasi. Berangkat dari tema, maka unsur-unsur intrinsik pertunjukan dibuat dan disusun sedemikian rupa mengikuti tema yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti plot, karakter, setting, gaya, judul, dan lain-lain.

c. Plot

Alur atau alur juga disinggung sebagai jalan cerita yang disusun sedemikian rupa dari tahapan-tahapan peristiwa hingga membentuk rangkaian cerita. Tahapan dalam aliran menggabungkan

Tahap awal, pada tahap awal ini adalah tahap penyajian tokoh cerita dan kepribadiannya, setting, dll.

Perkembangan contention, tahap selanjutnya penonton diajak untuk presentasi contention. Pada tahap ini, perebutan yang menjadi bumbu untuk pertunjukan yang lebih menarik akan terjadi. Konflik-konflik ini tentu saja mencakup semua pemain (karakter). Pada tahap ini penonton juga akan mengenal alur cerita yang dibuat.

Ketidaknyamanan, tahap kompleksitas atau tahap eskalasi perjuangan, semakin banyak insiden terjadi. Beberapa konflik pendukung akan terjadi untuk memperkuat prinsip perjuangan dalam jalan cerita.

Puncaknya adalah tahap puncak pertarungan. Tahap ini merupakan tahap puncak dari ketegangan yang terjadi dari awal cerita.

Resolution, merupakan tahapan yang menunjukkan jalan keluar dari setiap bentrokan yang ada. Teka-teki dari setiap pertentangan yang terjadi menjelang awal cerita akan terungkap pada tahap ini. Dalam banyak kasus, esensi sebenarnya dari setiap karakter akan muncul pada tahap ini.

Akhirnya, pada tahap ini merupakan bagian dari akhir cerita, pada tahap ini semua konflik telah diselesaikan dan merupakan akhir dari cerita.

Macam-macam plot dalamsuatuceritayaitu:

  • Alur maju (prograsif), set cerita berjalan maju, mulai dari masa kini ke masa yang akan datang.
  • Alur mundur (regreasif), kebalikan dari alur progresif. Set cerita berjalan mundur, yang mana masa kini adalah sebuah hasil dari konflik-konflik yang terjadi pada masa lalu.
  • Alur campuran, alur cerita yang mencampurkan masa kini dengan masa lalu dan juga dengan masa depan. Di sebut juga alur bolak- balik. Cerita dengan alur ini mengungkakpakn konflik yang belum selesai dari masa lalu, masa sekarang, dan penyelesaian di masa depan. Saling terkait satu sama lain.
READ ALSO :   Cara Download FaceApp Pro MOD APK v10.1.2, No Watermark & Fitur Premium Lainnya!

d. Tokoh cerita/ perwatakan

Tokoh cerita adalah individu yang berperan, diasosiasikan dengan cerita atau perjuangan dalam sebuah dramatisasi. Jenis-jenis tokoh dalam sebuah cerita:

Berdasarkan pekerjaan: orang fundamental (focal) adalah orang yang diperkuat atau orang utama dalam sebuah cerita atau dramatisasi. Sedangkan karakter tambahan (ekstra) adalah karakter yang membantu atau mendukung cerita. Dalam sebuah cerita, mungkin ada beberapa karakter mendasar, yang dapat diidentifikasi dari kemunculannya yang tak henti-hentinya dalam cerita. Sementara karakter tambahan hanya muncul dalam beberapa adegan, kehadiran mereka hanya untuk mendukung cerita dari orang yang mendasar.

Berdasarkan orangnya, antagonis adalah orang yang digambarkan sebagai sosok yang penuh dengan tipu daya, jahat dan penyebab berkembangnya pertengkaran. Sementara itu, protagonis adalah orang yang mengalami pergumulan dengan antagonis.

Berdasarkan perkembangannya, karakter statis adalah karakter yang tetap tidak berubah dari awal cerita hingga akhir. Sedangkan tokoh yang mencipta adalah tokoh yang mengalami perubahan seiring dengan konflik yang terjadi dalam jalan cerita.

e. Dialog

Dialog merupakan serangkaian percakapan dalam cerita. Teknik dialog amat penting bagi sebuah cerita. Masign-masing tokoh sangat dikuatkan denga dialog yang diucapkan serta gaya atau mimik wajah.

f. Konflik

Perjuangan adalah suatu persoalan, perselisihan, perjuangan yang terjadi dalam sebuah dramatisasi. Pertentangan ini dialami oleh tokoh utama dengan bantuan tokoh-tokoh pendukung. Setiap dramatisasi atau cerita memiliki perjuangan yang berbeda. Perdebatan tentang dramatisasi akan meningkatkan minat orang banyak. Padahal, seharusnya ada opsi mengundang penonton seolah-olah larut dalam pertikaian yang terjadi antar tokoh (merah: terasa). Konflik antar karakter menyimpan teka-teki yang membuat penonton semakin penasaran tentang kelanjutan cerita dan bagaimana akhirnya.

g. Latar atau setting

Adalah dimana setiap peristiwa yang berlangsung dalam alur cerita terjadi. Tidak hanya itu, setting meliputi perlengkapan, waktu, pakaian, budaya, serta yang berhubungan dengan kehidupan para tokoh dalam cerita.

Amanat
Tentu saja dalam sebuah cerita Anda perlu menyampaikan pesan etis kepada orang banyak. Perintah ini disampaikan secara implisit, menyiratkan bahwa itu tidak tertulis dalam naskah, melainkan pelajaran yang dapat diambil dari plot, pertentangan cerita. Ini adalah bagian vital dan tidak boleh dilupakan dalam sebuah dramatisasi.

Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam pertunjukan memiliki ciri khas yang mengacu pada budaya, kehidupan sehari-hari, sosial budaya, dan pelatihan. Bahasa digunakan untuk meremajakan cerita, agar cerita selalu terbuka.

Contoh Unsur intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik pada cerpen adalah unsur-unsur yang membangun suatu cerita pendek yang berasal dari dalam cerita pendek itu sendiri. Sederhananya, unsur intrinsik adalah kebalikan dari unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik pada sebuah cerita pendek biasanya terdiri dari tema, alur, latar, penokohan, sudut pandang, dan nilai (amanat). Agar lebih jelas, silahkan simak contoh unsur intrinsik dalam cerpen berjudul “Veteran Tua” berikut ini.

Veteran Tua

Seorang lansia menyandarkan sepedanya yang rusak di area parkir koridor kota. Baru saja muncul, pria itu akhirnya duduk tepat di belakang barisan. Dia telah duduk dalam antrean selama 60 menit. Beberapa detik setelah kejadian, kakek muncul di barisan depan. Dia mengeluarkan organiser merah yang dia bungkus dengan pop hitam dan memberikannya kepada pejabat kota. Petugas dengan cepat memeriksa satu per satu isi amplop merah yang bertempat dengan kakek sebelumnya.

READ ALSO :   Pengertian Huruf Miring

“Maaf pak, tapi syarat anda terpotong-potong. Anda perlu meminta surat keterangan tidak mampu dari ketua RT dan RW, lalu anda bisa kembali ke sini. Kata pejabat kota sambil mengembalikan pemandu merah yang memiliki tempat dengan kakek. .

Orang tua itu masih berusaha tersenyum, dia telah duduk di sana selama lebih dari satu jam tetapi semuanya tidak ada habisnya. Ia kembali ke sepeda lamanya yang tertinggal di antara beberapa mobil dan sepeda motor.

Orang tua yang mengisi sebagai penjaga pintu di pasar reguler adalah pembangkang politik, ia memiliki banyak pengalaman pahit. Dia telah kehilangan sejumlah besar rekan seperjuangannya, tetapi kematian teman-temannya ini bukan tanpa akhir. Mereka sebagian besar adalah syuhada, mereka seluruhnya syahid, mewariskan jalan Allah sebagai bunga negara.
Orang tua itu tiba-tiba tersentak mendengar suara bus yang menggelegar yang membangunkannya dari lamunannya di masa lalu. Dia tidak mengerti bahwa dia berada di titik itu di jalan raya, yang menyiratkan bahwa dia harus lebih berhati-hati.

Sang kakek saat ini tinggal bersama istrinya di bawah perpanjangan setelah rumah mereka dipindahkan oleh polisi tujuh hari yang lalu. Namun sayangnya sang istri saat ini sedang sakit parah dan dirawat di rumah sakit, sementara sang kakek berusaha mencari pengobatan gratis untuk istrinya. Tiba-tiba angin sepoi-sepoi bertiup lebih kencang, suara petir mulai terdengar dan awan menjadi hitam, menandakan akan turun hujan. Lebih jauh lagi, cukup yakin, itu turun dengan deras. Sang kakek memilih berteduh di bawah naungan ruko karena tidak membutuhkan organizer yang dibawanya untuk basah-basahan dan dilukai.

Ternyata orang tua itu sudah berteduh di depan warung sate, wajar saja perutnya terasa semakin ngilu. Dia ingat bahwa terakhir kali dia makan adalah tadi malam, dan saat ini sudah lewat jam dua. Pada pandangan pertama ia menyelidiki warung sate sebelumnya, di dalamnya banyak orang yang makan dengan rakus. Orang tua itu tersenyum, dia merasa senang karena perjuangannya sebelumnya ketika mengusir Kompeni dari negaranya tidak ada habisnya. Jika dia dan rekan-rekannya gagal memukul mundur para penjajah, mungkin mereka tidak akan memiliki pilihan untuk mengambil bagian dalam suasana seperti ini.

Orang tua itu kemudian mengalihkan pandangannya ke televisi yang telah disetel oleh seorang penjual kaset yang berjualan tidak jauh darinya. Televisi menyiarkan seorang pria berjas hitam sempurna mengenakan dasi berpidato di sebuah ruangan yang terlihat sangat mewah. Orang tua itu menduga bahwa orang yang muncul di televisi itu pastilah penguasa negaranya. Dalam sambutannya orang tersebut mengatakan bahwa individu-individu dalam bangsanya telah kehilangan rasa nasionalismenya, individu-individu dalam bangsanya juga dikatakan telah kehilangan kecintaannya terhadap negaranya. Secara singkat dia merenungkan kata-kata otoritas. Dalam hati ia bertanya, siapa yang sebenarnya tidak memiliki nasionalisme, individu bangsanya atau pejabat?

Apakah otoritas nasionalis otoritas yang makan kenyang ketika kerabatnya mati kelaparan? Apakah pejabat nasionalis yang diizinkan untuk berkeliling dunia ketika orang-orang di negaranya antre untuk bahan bakar cukup lama? Atau sebaliknya pejabat yang memiliki banyak mobil boros ketika orang-orang dijejalkan ke gerbong kereta? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, tetapi dia menyadari bahwa dia harus pergi pada titik ini. Istrinya di rumah sakit pasti sudah menunggu dirinya dan hujan sudah berhenti sekarang, orang tua itu kembali ke sepedanya.

READ ALSO :   Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Proposisi

Sesampai di rumah sakit tokek tua itu menghentikan sepedanya dan segera bergegas menuju kamar tempat istrinya dirawat. Untuk alasan yang tidak diketahui, kakek selalu merasa tidak nyaman setiap kali dia jauh dari istrinya. Dia akan memastikan dulu istrinya tidak membutuhkan bantuannya, kemudian dia akan pergi ke depan untuk mengatur surat-surat keringanan kepada ketua RT dan RW.

Ketika dia muncul di depan ruangan tempat istrinya dirawat, dia mengamati bahwa ruangan itu kosong. Jalan menuju kamar terkunci sehingga tidak bisa dibuka, meski begitu orang tua itu yakin dia tidak berada di ruangan yang tidak bisa diterima. Dia merenungkan dalam hati bahwa mungkin istrinya telah sembuh dan dipindahkan ke tempat lain oleh spesialis. Namun yang pasti, sang kakek mencari dokter spesialis yang tadi pagi memeriksa kondisi istrinya. Sang kakek pun bertanya kepada dokter spesialis di mana istrinya saat ini. Spesialis memeriksa wajah kakek dengan mata sedih.

“Maaf Pak, kami sudah berusaha dengan jujur ​​tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Istri Anda menendang ember sejam yang lalu.” Kata spesialis yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Kakek itu meneteskan air mata, tubuhnya bergetar hebat, amplop merah yang dia bawa jatuh dari genggamannya. Penglihatannya ternyata semakin berkabut dan terus menjadi gelap gulita. Bahkan saat ini, kakek tidak ingat apa-apa lagi.

Hari berikutnya dua gundukan tanah baru muncul di kuburan. Salah satunya berbunyi Darsono tabung Atmo, seorang veteran tua yang bekerja sebagai penjaga secara konsisten. Sementara itu, batu nisan lainnya bertuliskan Pariyem binti Ngatijo, istri calon veteran. Meski orang-orang miskin veteran itu sudah tiada. Tapi di negaranya, negeri di mana kayu dan batu bisa menjadi tanaman, masih banyak individu yang mengalami nasib yang sama bahkan lebih celaka darinya. Masing-masing dari mereka, orang-orang dari negara itu, sejumlah besar di antaranya akan berusaha dengan tulus dan memeras darah hanya untuk makan satu kali setiap hari.

Dari contoh cerpen diatas, dapat kita tentukan unsur-unsur intrinsik yang membangun cerita pendek tersebut, yaitu:

Unsur Intrinsik

1. Tema: Perjuangan2. Sudut Pandang: Orang ketiga serba tahu.3. Amanat: Tetaplah sabar dan tetap berjuang sesulit apapun keadaan.4. Alur: Gabungan (maju dan mundur)5. Latar :

  • Tempat: kantor balai desa, emperan toko, rumah sakit.
  • Waktu: siang hari, jam dua siang.
  • Suasana: sedih, mengharukan.

6. Penokohan :

  • Kakek Tua : pekerja keras, penyabar, ramah.
  • Istri : setia, penyabar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.