anwarsigit blog information

Berikut ini Penjelasan Kalimat Utama Dan Kalimat Penjelas

Berikut ini Penjelasan Kalimat Utama Dan Kalimat Penjelas

Berikut ini Penjelasan Kalimat Utama Dan Kalimat Penjelasanwarsigit.com – Kalimat dasar adalah kalimat yang mengandung gagasan pokok atau gagasan pokok dan menjadi dasar pembinaan suatu perikop. Kalimat pokok biasanya bersifat luas dan memuat seluruh isi suatu bagian.

Kalimat dasar tidak selalu berada di awal paragraf karena ide pokoknya bisa berada di akhir, atau di tengah, dan terkadang juga muncul bersamaan di awal dan akhir paragraf. Kalimat dasar disebut juga kalimat topik, yang menyebabkan kalimat utama menjadi acuan untuk perbaikan bagian.

Pola Letak kalimat utama

  • Kalimat utama terletak di awal paragraf.
    Kalimat utama,       (Umum)
    Kalimat penjelas,    (Khusus)
    Kalimat penjelas.    (Khusus)
  • Kalimat utama terletak di akhir paragraf
    Kalimat penjelas.     (Khusus)
    Kalimat penjelas.     (Khusus)
    Kalimat utama.       (Umum)
  • Kalimat utama terletak di awal dan akhir paragraf
    Kalimat utama.       (Umum)
    Kalimat penjelas      (Khusus)
    Kalimat penjelas      (Khusus)
    Kalimat utama.       (Umum)

Ciri Kalimat Utama

Kalimat utama dapat berdiri sendiri dan memiliki arti yang jelas, sehingga tidak dibutuhkan konjungsi, baik antar kalimat maupun intra kalimat. adapun ciri-ciri kalimat utama adalah sebagai berikut :

  • Kalimat utama mengandung suatu permasalahan yang bisa dikembangkan secara terperinci.
  • Kalimat utama merupakan suatu kalimat yang utuh atau bisa berdiri sendiri tanpa adanya penghubung baik penghubung antar kalimat maupun penghubung intra kalimat.
  • Biasanya kalimat utama terletak di awal paragraf. Namun pada kalimat induktif kalimat utama terletak di akhir suatu paragraf dan biasanya menggunakan kata-kata berupa: “Sebagai kesimpulan, Jadi…, Dengan demikian…”
  • Mempunyai arti yang jelas walaupun tanpa dihubungkan dengan kalimat lain.
READ ALSO :   Begini Cara Diet Sehat Tanpa Harus Bahayakan Tubuh

Pengertian Kalimat Penjelas

Kalimat Informatif adalah kalimat yang isinya berupa penjelasan, uraian, atau perincian tentang kalimat pokok suatu bacaan. Kalimat Informatif adalah kalimat yang bersifat khusus dan berfungsi untuk menumbuhkan ide pokok dalam sebuah bacaan.

Kalimat logis adalah deskripsi kalimat yang berisi penjelasan atau perincian dari kalimat utama dalam suatu paragraf. Kalimat ilustratif biasanya spesifik, jadi mereka harus memahami topik secara mendalam.

Ciri Kalimat Penjelas

  • Kalimat penjelas bersifat khsusus.
  • Kalimat penjelas diletakkan setelah atau sebelum kalimat utama.
  • Kalimat penjelas isinya berupa uraian-uraian pendukung berupa contoh, data, fakta, dan opini.
  • Kalimat penjelas tidak bisa berdiri sendiri. Dengan kata lain, maknanya menjadi tidak jelas jika dipisahkan menjadi satu kalimat utuh tanpa kalimat utama atau kalimat penjelas laimnya.
  • Kalimat penjelas memerlukan kata-kata penghubung seperti “Bahkan, contohnya, terlebih lagi, misalnya, contohnya dan lain-lain”. kalimat-kalimat penjelas membutuhkan kata penghubung agar suatu paragraf menjadi Koherence atau berkesinambungan antar kalimat.

Contoh Kalimat Utama dan Penjelas Dalam Paragraf

Contoh Kalimat utama di awal paragraf (deduktif)

  • Memasuki arus globalisasi, beberapa hal terkait IPTEK yang semakin canggih menjadi boomerang bagi masyarakat Indonesia.
  • Sebagai contoh, saat ini kecanggihan koneksi internet yang semakin mudah diakses bisa menjadi ancaman bagi anak- anak.
  • Wajib diwaspadai bagi para orang tua khususnya.
  • Hal tersebut dikarenakan mudahnya akses internet yang akhir- akhir ini sering disalahgunakan.

Keterangan : Kalimat utama pada paragraf diatas ada pada nomor (1), sedangkan kalimat-kalimat selanjutnya adalah penjelas.

  • Kanker serviks adalah penyakit yang banyak mengancam kaum wanita di dunia.
  • Beberapa kasus kanker serviks terjadi pada wanita di usia yang masih produktif yaitu sekitar 20-30 tahun.
  • Jumlah kasus kanker serviks di kawasan Asia mencapai kenaikan hingga 12% setiap tahunnya.
  • Hal tersebut dikarenakan tingginya angka penularan penyakit seks menular yang akhirnya menjangkit beberapa kaum wanita.
  • Selain itu faktor kurangnya sosialisasi kepada masyarakat akan bahayanya penyakit mematikan ini masih dinilai minim.
READ ALSO :   Contoh Rumus Gaya Lorentz

Keterangan : Kalimat utama pada paragraf diatas ada pada nomor (1), sedangkan kalimat lainnya adalah kalimat penjelas yang berfungsi untuk membangun kekuatan gagasan utama.

Contoh Kalimat utama di akhir paragraf (induktif)

  • Bersosialisasi menjadikan seseorang peka pada reaksi sosial dan segala peristiwa di sekitarnya.
  • Dengan sosialisasi setiap orang dapat memeroleh penjelasan mengenai hal yang tidak diketahui sebelumnya.
  • Pada berbagai situasi, sosialisasi antar individu pasti dilakukan.
  • Misalnya pada acara seminar yang dilangsungkan antar perusahaan, sosialisasi dapat menambah jaringan pertemanan yang bisa saja saling menguntungkan.
  • Jadi, cukup banyak manfaat yang diperoleh dengan menjalin sosialisasi antar sesama.

Keterangan : Kalimat utama pada paragraf diatas adalah kalimat nomor (5), kalimat lainnya (1,2,3,4) adalah kalimat penjelas yang menuntun ke arah gagasan utama di akhir paragraf.

  • Akhir- akhir ini cukup banyak kasus penyakit yang diakibatkan ileh minimnya kesadaran akan kebersihan.
  • Kebersihan yang dimaksud disini tidak hanya kebersihan diri dan lingkungan saja.
  • Lebih utama dari pada itu kebersihan makanan dan segala yang masuk ke tubuh kita perlu dijaga.
  • Makanan merupakan sumber utama tenaga untuk proses metabolisme tubuh.
  • Oleh sebab itu, kebersihan makanan wajib menjadi perhatian bagi kita jika ingin hidup sehat.

Keterangan : Kalimat utama pada paragraf tersebut ada pada nomor (5), kalimat sebelumnya adalah kalimat penjelas.

Kalimat utama terletak di awal dan akhir paragraf (campuran)

  • Melemahnya rupiah terhadap Dolar diperkirakan masih akan terus terjadi hingga akhir bulan Januari tahun ini.
  • Permasalahan kurs rupiah yang seperti ini menjadi perhatian beberapa ahli ekonomi di Indonesia.
  • Banyak yang menduga serangan terorisme menjadi satu diantara penyebab devisa negara menurun dan berdampak pada nilai mata uang Indonesia tersebut.
  • Akibatnya, karena serangan masih berdampak hingga saat ini ,maka nilai tukar rupiah yang melemah sepertinya masih terjadi hingga akhir bulan Januari.
READ ALSO :   Berikut Spesifikasi dan Harga iPhone 13 yang Hadir di Indonesia

Sampai detik ini para penyandang cacat masih kurang mendapat perhatian di pelayanan publik.

  • Agaknya hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan dari pemerintah pusat untuk mengawasi anggotanya yang berperan memeberikan pelayanan masyarakat sama rata.
  • Beberapa instansi seperti rumah sakit, dan sebagian kantor pelayanan seperti kecamatan atau kelurahan tidak menerima penyandang cacat dengan keramahtamahan seperti seharusnya.
  • mereka justru terkesan meremehkan dan bahkan ada juga yang tidak memberikan pelayanan.
  • Pelayanan terhadap kaum disabilitas semacam ini yang harus segera mendapatkan tindakan dari pemerintah pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.